Setelah lama lama tidak muncul akhirnya timbul perasaan kaku, membeku, stagnan dan seakan tidak punya potensi, merasa malas, diperparah lagi ketika tak berdaya menghadang laju virus-virus tadi yang lambat laun akan membunuh potensi kratifitas jiwa. Kekosongan memang selalu menjadikan manusia bersantai ria, merasa hidup tanpa beban, menikmati kekosongan atas kuasa hawa nafsu itulah bencana JIWA yang paling mengerikan, lihatlah hidup anak-anak remaja diluar sana, terbiasa dengan kekosongan itu, hidup mereka tidak lebih dari sekedar bermain, Drugs, dan hura-hura, mereka terseret oleh nuansa zaman yang semakin global, Oleh sebab itu sebuah potensi yang kita miliki perlu di kembangkan, membangun sebuah kreatifitas, meremajakan diri dengan berbagai aktifitas berguna sehingga kekosangan yang tiada arti tidak menjadi momok yang menakutkan jiwa yang malas. "Ala bisa karna biasa" sebuah kata bijaksana pantas di jadikan pegangan dalam mengubah potensi-potensi itu, membiasakan diri dari hal-hal terkecil adalah sarana efektif membangun kekuatan jiwa untuk menghadapi tantangan hidup yang multi kompleks, hidup ini perlu disiasati dengan keterampilan-keterampilan individu,hidup terampil adalah bagaimana bisa mengatur hidup dengan mandiri, berdikari, dan tentunya orang yang punya kreatifitas atau sebuah keterampilan merasa tertunjang ke arah sana dan tidak begitu terbebani mengatasi beban hidupnya. bahkan orang dengan keterampilan yang dimiliknya menjadikannya sibuk, Akhirnya kekosongan dengan sendirinya akan terusir dari jiwanya. |